Selasa, 15 November 2016

Diperlukan : Solusi Pensiun Segera!

Rektor UGM, di website resmi UGM pada tahun 2010 menyatakan bahwa Sistem pensiun Indonesia Terburuk di Dunia. Hal ini karena berbagai faktor, diantaranya sistem komponen gaji yang terlalu dipecah dalam beberapa bagian, diantaranya berbagai macam tunjangan, hingga menyebabkan uang pensiun yaitu 75% dari gaji pokok, menjadi sangat kecil bila dibandingkan dengan gaji sebelum pensiun.

Pernyataan rector UGM ini diakui benar oleh para pensiunan. Kejamnya sistem pensiun di Indonesia menyebabkan banyak pensiunan hanya menerima uang pensiun yang sangat kecil, dibandingkan dengan uang pensiun di Negara-negara lain. Kecilnya uang pensiun ini tentu saja menyulitkan bagi para pensiunan. Padahal, banyak kebutuhan yang meningkat di masa pensiunan, seperti meningkatnya dana untuk kesehatan.

Selama pemerintah belum bergerak untuk membenahi permasalahan sistem pensiun ini, solusi satu-satunya bagi para pensiunan adalah menemukan metode pengelolaan keuangan yang baik, agar uang pensiun atau pesangon bisa bertambah atau minimal tetap.

Pensiunan atau calon pensiunan, bisa menggunakan berbagai cara untuk mengelola keuangan mereka. Diantaranya dengan cara menabung, membuka deposito, pembelian obligasi, sukuk syariah, investasi saham, atau dengan cara lain seperti membuka bisnis modal kecil dan rendah resiko.

Namun kebanyakan dari kita belum mengetahui, cara-cara perencanaan keuangan yang mudah dan menguntungkan seperti apa. Atau bila ingin membuka usaha, bagaimana cara untuk membuka bisnis dengan modal kecil dan rendah resiko.

Untungnya, ada ESQ Masa Persiapan Pensiun, yang telah merumuskan jawaban untuk semua permasalahan diatas tersebut, ke dalam training singkat yang hanya beberapa hari saja. Pada tanggal 28-30 November 2016 ini, Training MPP Publik akan dilaksanakan, untuk memenuhi kebutuhan anda. Biayanya pun sangat murah, tidak sampai Rp. 5 juta rupiah, dan kita bisa mendapatkan ilmu mahal yang hanya dimiliki oleh segelintir orang saja, ilmu yang terbukti menjadikan banyak orang menjadi bahagia, sejahtera dan mencapai makna, di dalam masa pensiunnnya.

Untuk pendaftaran,
anda bisa menghubungi Koordinator acara MPP Publik :
Ririn Fajrina Solihati, di nomor telepon : 0822 – 9915 - 3339
Atau di kantor kami, dengan Irna (021) 2940 – 6969 ext 174




Selasa, 11 Oktober 2016

Mengatasi Kecemasan Pensiun Hingga Ke Akarnya




     Banyak pegawai negeri yang dijamin oleh Negara, yang tidak merasa khawatir mengenai masa Pensiun mereka. Namun kebanyakan calon pensiunan, terutama karyawan swasta yang tidak memiliki usaha sampingan selain pekerjaan utama mereka, merasa cemas dan khawatir mengenai Masa Pensiun yang akan mereka hadapi.
Hal ini selaras dengan Penelitian Prof. Dr. John W Newstroom dan Keith Davis, yang menyimpulkan bahwa Masa Pensiun dianggap sebagai yang tersulit dibanding fase lain dalam karir. Untuk itu, diperlukan persiapan untuk menghadapi kondisi baru setelah pensiun.
      Sementara, Prof Dr. Diane E Papalia, memaparkan bahwa Pensiun merupakan salah satu diantara persoalan hidup yang paling krusial yang harus dipecahkan seseorang. Karena, keputusan pensiun akan mempengaruhi situasi keuangan, kondisi emosional, cara menghabiskan waktu, dan cara mereka berhubungan dengan teman dan keluarga. Kondisi seperti itulah yang menyebabkan timbulnya kecemasan dalam diri individu yang menghadapi masa pensiun.
 
 

         Menurut Prof David Sue (2010), kecemasan adalah emosi dasar manusia yang menghasilkan reaksi tubuh yang mempersiapkan kita untuk menghadapi atau menghindari suatu masalah. Kecemasan adalah hal yang terjadi sebelum suatu kejadian atau situasi terjadi.
         Sejumlah ahli di berbagai belahan dunia, memaparkan teori mereka tentang kecemasan pada masa pensiun, contohnya melalui penelitian di  Amerika, Kanada, Nigeria, dan Indonesia. Kecemasan ini bisa timbul karena banyak perusahaan tidak atau belum optimal dalam mempersiapkan karyawannya yang akan pensiun dalam satu sampai lima tahun ke depannya.
         Kecemasan dalam menghadapi masa pensiun ini, berbeda-beda tingkatannya pada banyak orang. Salah satunya adalah penelitian dari Indonesia, Madarina (2011), yang dipublikasikan oleh University of Essex, di Inggris. Penelitian ini memaparkan ditemukannya korelasi negative antara Kecemasan Menghadapi Pensiun dengan Intensi untuk Berwira usaha.
Artinya, bila seseorang menunjukkan kecemasan tinggi terhadap pensiun,kemampuan mereka untuk berpikir mempersiapkan berwirausaha menjadi rendah. Fakta ini sejalan dengan temuan dari Turner & Helms (1987), bahwa seseorang perlu untuk beradaptasi dengan fase pensiun dalam hidup mereka, termasuk diantaranya beradaptasi dengan aspek psikologis, finansial, dan sosial.
          Sejalan dengan riset dari Wolman & Striker (1994), bahwa bila seseorang mengalami kecemasan, kemampuannya untuk berpikir dan bertindak menjadi menurun. Menurut Menurut Brill & Hayes dalam Imama (2011) ada 4 faktor yang mempengaruhi kecemasan menghadapi masa pensiun, yaitu : 1) menurunnya pendapatan atau penghasilan, 2) Hilangnya status, jabatan, pangkat, dan wewenang, 3) berkurangnya interaksi sosial dengan rekan kerja, 4) datangnya masa tua, menurunnya kemampuan fisik.


       Untuk mengatasi kecemasan tersebut, banyak individu yang lari pada Tuhan dan mengisi waktunya dengan ibadah. Bahkan di dunia barat yang kebanyakan atheis, banyak yang menyadari ada Kekuatan Yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata namun terasa kuat dan membuat mereka menemukan kedamaian berkatNya.
       ESQ memberikan jawaban atas masalah kecemasan pensiun ini, solusi yang menyeluruh dari berbagai aspek kehidupan diramu secara seimbang di dalam Training Masa Persiapan Pensiun. Antara faktor psikologis, financial, emosi, kesehatan dan spiritual, dikemas dalam training khusus untuk mempersiapkan calon pensiunan agar memasuki masa pensiun dengan solusi yang solid dan cerdas.
Metode Training ESQ terbukti membongkar belenggu-belenggu pemikiran yang bisa membuat seseorang gagal. Dalam buku ESQ Power, Agustian (2003) mengungkapkan bahwa Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecedasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Yaitu kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. 
 Pada saat seseorang menjalankan hidupnya dengan bermakna, ia menjadi lebih cerdas dan lebih dekat pada kesuksesan, dibanding dengan orang yang menjalani hidupnya tanpa Makna Hidup. Dan proses menemukan makna hidup ini telah terbukti bagi jutaan alumni Training ESQ dan Teori ESQ ini telah diakui oleh 12 orang Profesor dari Oxford, Inggris.
Dalam Training ESQ MPP setiap individu mengikuti program akselerasi dimana semua unsur kecemasan tersebut dipupus habis dengan metode ESQ yang unik dan terbukti berdampak besar karena langsung mengupas topik –topik yang mendalam.

 Tags :  konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training pensiun, training persiapan pensiun, manajemen pensiun, mpp training, bersiap pensiun, sambut masa gemilang