Banyak pegawai negeri yang dijamin oleh Negara, yang tidak merasa khawatir mengenai masa Pensiun mereka. Namun kebanyakan calon pensiunan, terutama karyawan swasta yang tidak memiliki usaha sampingan selain pekerjaan utama mereka, merasa cemas dan khawatir mengenai Masa Pensiun yang akan mereka hadapi.
Hal ini selaras dengan Penelitian Prof. Dr. John W Newstroom dan Keith Davis, yang menyimpulkan bahwa Masa Pensiun dianggap sebagai yang tersulit dibanding fase lain dalam karir. Untuk itu, diperlukan persiapan untuk menghadapi kondisi baru setelah pensiun.
Sementara, Prof Dr. Diane E Papalia, memaparkan bahwa Pensiun merupakan salah satu diantara persoalan hidup yang paling krusial yang harus dipecahkan seseorang. Karena, keputusan pensiun akan mempengaruhi situasi keuangan, kondisi emosional, cara menghabiskan waktu, dan cara mereka berhubungan dengan teman dan keluarga. Kondisi seperti itulah yang menyebabkan timbulnya kecemasan dalam diri individu yang menghadapi masa pensiun.
Menurut Prof David Sue (2010), kecemasan adalah emosi dasar manusia yang menghasilkan reaksi tubuh yang mempersiapkan kita untuk menghadapi atau menghindari suatu masalah. Kecemasan adalah hal yang terjadi sebelum suatu kejadian atau situasi terjadi.
Sejumlah ahli di berbagai belahan dunia, memaparkan teori mereka tentang kecemasan pada masa pensiun, contohnya melalui penelitian di Amerika, Kanada, Nigeria, dan Indonesia. Kecemasan ini bisa timbul karena banyak perusahaan tidak atau belum optimal dalam mempersiapkan karyawannya yang akan pensiun dalam satu sampai lima tahun ke depannya.
Kecemasan dalam menghadapi masa pensiun ini, berbeda-beda tingkatannya pada banyak orang. Salah satunya adalah penelitian dari Indonesia, Madarina (2011), yang dipublikasikan oleh University of Essex, di Inggris. Penelitian ini memaparkan ditemukannya korelasi negative antara Kecemasan Menghadapi Pensiun dengan Intensi untuk Berwira usaha.
Artinya, bila seseorang menunjukkan kecemasan tinggi terhadap pensiun,kemampuan mereka untuk berpikir mempersiapkan berwirausaha menjadi rendah. Fakta ini sejalan dengan temuan dari Turner & Helms (1987), bahwa seseorang perlu untuk beradaptasi dengan fase pensiun dalam hidup mereka, termasuk diantaranya beradaptasi dengan aspek psikologis, finansial, dan sosial.
Sejalan dengan riset dari Wolman & Striker (1994), bahwa bila seseorang mengalami kecemasan, kemampuannya untuk berpikir dan bertindak menjadi menurun. Menurut Menurut Brill & Hayes dalam Imama (2011) ada 4 faktor yang mempengaruhi kecemasan menghadapi masa pensiun, yaitu : 1) menurunnya pendapatan atau penghasilan, 2) Hilangnya status, jabatan, pangkat, dan wewenang, 3) berkurangnya interaksi sosial dengan rekan kerja, 4) datangnya masa tua, menurunnya kemampuan fisik.
Untuk mengatasi kecemasan tersebut, banyak individu yang lari pada Tuhan dan mengisi waktunya dengan ibadah. Bahkan di dunia barat yang kebanyakan atheis, banyak yang menyadari ada Kekuatan Yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata namun terasa kuat dan membuat mereka menemukan kedamaian berkatNya.
ESQ memberikan jawaban atas masalah kecemasan pensiun ini, solusi yang menyeluruh dari berbagai aspek kehidupan diramu secara seimbang di dalam Training Masa Persiapan Pensiun. Antara faktor psikologis, financial, emosi, kesehatan dan spiritual, dikemas dalam training khusus untuk mempersiapkan calon pensiunan agar memasuki masa pensiun dengan solusi yang solid dan cerdas.
Metode Training ESQ terbukti membongkar belenggu-belenggu pemikiran yang bisa membuat seseorang gagal. Dalam buku ESQ Power, Agustian (2003) mengungkapkan bahwa Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecedasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Yaitu kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.
Pada saat seseorang menjalankan hidupnya dengan bermakna, ia menjadi lebih cerdas dan lebih dekat pada kesuksesan, dibanding dengan orang yang menjalani hidupnya tanpa Makna Hidup. Dan proses menemukan makna hidup ini telah terbukti bagi jutaan alumni Training ESQ dan Teori ESQ ini telah diakui oleh 12 orang Profesor dari Oxford, Inggris.
Dalam Training ESQ MPP setiap individu mengikuti program akselerasi dimana semua unsur kecemasan tersebut dipupus habis dengan metode ESQ yang unik dan terbukti berdampak besar karena langsung mengupas topik –topik yang mendalam.
Tags
: konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, masa persiapan
pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training
pensiun, training persiapan pensiun, manajemen pensiun, mpp training, bersiap pensiun, sambut masa gemilang